Sabtu, 18 Januari 2014

POHON PINUS

   
POHON PINUS
    Awal tahun ini saya mengisi liburan di kawasan pengunungan MALINO bersama teman-teman se-jurusan saya. dan saya bener-bener menikmati berada di sana, kalo saya sih, Apapun itu kalau belum tersentuh kota saya pasti suka (semua orang juga gitu kale…)

    Satu hal yang sangat saya sukai di tempat itu adalah hamparan HUTAN PINUS-nya yang begitu memanjakan mata. Hijau, tinggi, kuat, kokoh, dan berani adalah kata yang tepat menggambarkan si pohon PINUS ini.


    yang membedakan pohon ini dari pohon lainnya mungkin adalah Batang utamanya yang begitu kokoh tumbuh tinggi lurus menjulang keatas, sementara dahannya yang kecil dan Cuma bebera saja. Batang utamanya juga tidak labil meliuk-liuk seperti pohon lain. TEGAS tumbuh lurus KEATAS. Dari keunikannya itu, saya tidak pernah bosan melihat jejeran pohon pinus yang tumbuh di kaki pegunungan.

    Saat itu Di sebuah bangku kayu, bersama teman-teman saya yang lain, saya sampai melayang jauh ketika melihat lebih dalam makna dan keindahan si POHON PINUS. Sangking melayangnya, teman-teman saya ngelirik aneh saya.

    Banyak makna yang saya dapat hanya dengan melihat jejeran POHON PINUS waktu itu. POHON PINUS tetap tumbuh lurus tinggi menjulang keatas dengan kokokhnya walau tanah tempatnya mengakar miring atau tidak rata. Tumbuh di tanah pegunungan yang terjal namun tetap TEGAS tumbuh lurus KEATAS.

    Tidak sama jika dilihat dari sudut pandang kehidupan manusia. Sebagian orang jatuh dalam terjalnya lingkungan pergaulan, sangat mudah terpengaruh oleh pergaulan yang belum tentu baik.
Kadang, lingkungan tempat kita tinggal tidak mendukung apa yang kita lakukan yang kita anggap baik.

    Sebagai contoh, di lingkungan nelayan mungkin saja ada anak nelayan yang sangat tinggi minat belajarnya dan ingin bersekolah sampai jenjang tertinggi, namun kondisi lingkungannya tidak mendukung keinginannya tersebut. Orang-orang dewasa disekitarnya  terus-menerus membujuknya agar berhenti belajar, dengan berkata bahwa belajar tidak ada gunanya bagi nelayan.

    Jika si anak nelayan tadi SEPERTI POHON PINUS, maka dia akan tetap kokoh tumbuh keatas dengan keyakinannya dengan belajar setinggi-tingginya agar bisa berguna bagi orang lain.
sebalinya jika dia jatuh dalam perkataan orang di lingkungannya, dia pun juga akan menjadi seperti para nelayan biasa di lingkungannya.

    Orang yang “seperti” POHON PINUS merupakan orang-orang yang mampu menembus batasan-batasan yang ada dalam lingkungan pergaulan. Sebuah Batasan yang membuat seseorang seolah cuman TUMBUH RENDAH tanpa berpikir untuk TUMBUH TINGGI.

    Tidak bisakan kita seperi POHON PINUS yang meski tanah tempatnya berpijak miring dan tidak rata namun dia tetap tumbuh dengan kokoh tinggi menjulang keatas.
Maka dari itu…

“jadilah seperti POHON PINUS, yang tetap kokoh tumbuh lurus ke atas meski tanah tempatnya berpijak miring dan tidak rata”.

pohon pinus, mhilu


    Semoga tulisan saya bisa dicerna oleh teman-teman, walaupun mungkin masih banyak kekurangan dalam tulisan saya. saya cuman seseorang yang sedang belajar MELIHAT dan MEMAKNAI sesautu, heheh…


Bye.

2 komentar:

  1. Balasan
    1. beneran mau jadi pohon pinus??? atau cuman seperti??? hahah :>)

      Hapus

 

Komentar terbaru

PENGUNJUNG

MEMBER OF

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri