
Ets, sebelumnya saya beritahu kalau dalam postingan ini tidak akan membahas hal-hal teknis dalam pembuatan film, atau tutorial apapun mengenai filmmaking. Melaingkan saya mau bercerita tentang cerita saya dari awal menggeluti bidang ini, #Caelah kayak professional aja!!!
Ok kita
mulai…
Hmm,
sebenarnya belum lama ini saya mengenal tatak bengek dunia cinematografi atau
filmmaker. Sebelumnya saya hanya sebagai penikmat!!! Saya sangat suka nonton
film, saya bisa menonton 2-3 film setiap hari jika ada stok dari
teman-teman(copy-paste). walaupun emang kenyataannya saya jarang nonton film di
bioskop, melaingkan Cuma nyomot aja di internet atau copy dari teman. Bukannya
saya tidak menghargai hasil karya mereka. Cuma masalahnya, kondisi financial
pribadi saya tidak bisa mencukupi harga dari sebuah tiket di bioskop, #Caelah…
mau bilang KERE aja susah bgt!
Saya tidak
pernah kepikiran untuk bisa membuat film. hingga akhirnya, ketika penghujung
semester 4 . tugas sekolah saya di jurusan MULIMEDIA mewajibkan saya dan
teman-teman untuk membuat film.
Emang saya
langsung antusias dengan tugas itu. “wah, bikin film. assikk nih!!!” kata saya
dalam hati waktu itu. ketika itu juga saya memiliki banyak pertanyaan tentang
hal-hal dalam membuat film. hingga saya jadi keseringan search artikel tentang
filmmaking di gugel dan mulai bergabung di komuntas-komunitas yang berhubungan
dengan fillmaker seperti “KOMUNITAS DSLR CINEMATOGRAFI INDONESIA” yang sudah
memiliki banyak anggota.
Hingga
akhirnya saya menemui realitas bahwa Membuat film Itu RIBET…!!! tidak semudah
seperi yang di bayangkan. Film adalah sebuah karya yang sangat Komleks, banyak
campur tangan dan unsur-unsur bidang kesenian lain untuk membuat sebuah film. seni
Digital(cinematiografi dll), seni acting, dan masih banyak yang lain, bahkan
Sastra.
Intinya,
kita bercerita/berkomunisi. Dan bagaimana dengan semua bidang seni itu agar
cerita kita bisa tersampaikan dalam bentuk Film.
Sekarang
saya baru tau Kenapa “Mata Pelajaran” Produktif Kejuruan MULTIMEDIA itu selalu
berbeda di setiap semester. Mengapa “Desain Komunikasi Visual(DKV)”, Animasi, Fotografi,
Dan Tata cahaya, Diajarkan Di semester 1 lalu Lenyap di Semester 2 Digantikan
dengan Mata pelajaran baru seperti Storyboard. Dan Hal-hal yang lebih teknis di
semester berikutnya. --- anak multimedia pasti tau :D
Saya
menyadari kalau ternyata semuanya mengarah ke FILM. dari awal kami sudah di
ajari hal-hal mendasar mengenai filmmaking, ini saya sadari ketika saya search
tutorial filmmaking yang ternyata pernah saya pelajari tanpa sadar sebelumnya
di kelas MULTIMEDIA.
Mungkin
karena itu kenapa Guru saya tidak banyak menjelaskan lagi mengenai tugas ini
(membuat film). saya rasa dia ingin kami mengeksplore sendiri ilmu-ilmu yang
telah dipelajari di semester sebelumnya dan mengaplikasikannya untuk membuat
sebuah film.
Sebelumhya saya
berburuk sangka, “Ngasih tugas berat kayak gini, tapi kok gak di ajarin
ilmunya? Maunya apa?” Pikiran saya waktu itu. tapi sekarang, saya malah
menganggap itu sebagai tantangan dan system pembelajaran yang kreatif. Tepuk
tangan untuk Guru kami Di MULTIMEDIA… #plokPlokPlok…
Dan apa yang
membuat saya bergairah ketika membuat film adalah karna kesenangan saya yang
lain bisa saya dapat ketika membuat film. saya suka nulis, dan saya juga nulis ketika
membuat film, nulis scenario tepatnya. Saya suka menggambar, dan saya pun
menggambar ketika membuat film, menggambar dengan cahaya maksudnya
(cinematografi). Dan yang lebih penting, sense
of art nya dapat :D
---
Sekian dulu
cerita saya, maap kalo kepanjangan. Dan maap juga kalau saya tidak melampirkan
foto-foto saya dalam aktifitas membuat film. foto-foto saya kehapus gara-gara
kartu memori gak sengaja ter-format. Dan buat kamu yang langsung scrool kebawah
trus Cuma baca paragraph ini doang, baca dari awal gih!!! :D
Master.. nanti kalo filmnya jadi, jangan lupa di share ya...
BalasHapuseww, siip mas haw...
HapusWah, sayang ya. Padahal kalau ada fotonya imajinasi kita bisa lebih wah, hehehe.

BalasHapusBtw ditunggu nih filmnya..
iya nih, kurang sreg juga karna gak ada fotonya.
Hapussipp...
bukan tatak bengek gan, tapi tetek bengek
BalasHapushahaha, aduh salah, malu-maluin aja...!!! segera di koreksi bro, makasih ya
HapusMenarik ya bikin film. Gue agak nyesel nih, kenapa dulu nggak sekolah di multimedia.
BalasHapushahah, emang kamu sekolah dimana? SMK atau SMA?
HapusDitunggu aja sih filnya hhe.
BalasHapusSemangat yah!
heheh, sipp sipp...
Hapusmakasih ya udah mampir
Wah, memang ribet sih dari persiapannya juga. Tai kalau udah dapat hasilnya, ada rasa sedikit puas.
BalasHapushahah iya. kalau kata guru saya, kalau dari awal (Pra produksi) emang sudah bener-bener matang garapannya, maka pas produksi itu bakalan mudah bikinnya.
HapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.